Little Angel in Heaven on Earth

Disclaimer: All posts with label Wanderlust & World Traveler will be written in Bahasa Indonesia because it may contain of information for Indonesian people.

Tanggal 11 Mei 2017 adalah perjalanan umroh pertama untuk anakku Nabil. Usianya saat itu 6 tahun 9 bulan. Aku sendiri pertama kali diajak umroh oleh orangtua saat berusia 9 tahun. Oleh karena itu aku selalu ingin mengajak anakku umroh pertama kali di usia yang sama denganku. Tapi ternyata dia lebih beruntung :) Dia bisa umroh di usia 3 tahun lebih muda dari aku saat itu. Simply because my son has to be better in everything than me, his mommy.

Aku gak akan tulis panjang lebar prosesnya, karena untuk umroh selalu punya proses & ittinerary yang sama untuk semua orang. Kami mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah. Setelah 3 hari di Madinah kami melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sampai di Makkah waktu shalat Magrib, kemudian lanjut shalat Isya. Setelah shalat Isya rangkaian umroh kami dimulai.

14 Mei 2017
Nabil termasuk anak yang 'dewasa' untuk ukuran seusianya. Dia sangat kooperatif, gak pernah menangis, gak mengeluh, sangat bisa diandalkan sebagai teman perjalanan. Kami tawaf 7 kali memutari Ka'bah. Awalnya dia memang sedikit bingung, ngapain muter-muter? Tapi setelah aku suruh berdoa, berdoa apa aja kepada Allah SWT, dia mulai bisa memaknai esensi dari tawaf. Selesai sudah 7 putaran, kami lanjut shalat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim AS. Setelah shalat, kami istirahat sebentar. Ngobrol supaya dia gak bosan dan foto-foto. Kami gak punya foto berdua, sederhana aja sih karena gak ada yang fotoin, jadilah semua foto Nabil aja.


Nabil between Ka'bah & Zamzam Tower


He started tawaf with big smile


He ended tawaf with bigger smile


Selesai shalat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim AS, kami minum air zamzam sambil berdoa macam-macam. Yang pasti berdoa supaya hidup lebih bahagia :) Untuk jama'ah laki-laki disunnahkan membasuh kepala dengan air zamzam, jadilah Nabil rambutnya basah macam habis keramas.

Ibadah kami lanjutkan ke sisi lain Masjidil Haram, menuju bukit Safa dan Marwa untuk sa'i sebanyak 7 kali. Di luar dugaanku, Nabil sangat antusias & masih tetap ceria walaupun sudah lewat jam 10 malam. Aku pikir dia bakal lelah jalan dan minta digendong karena sebelumnya sudah tawaf. Tapi ternyata gak sama sekali. Dia masih kuat berlari sambil bercanda dan tertawa. Sesekali memungut sampah kecil yang ada di lantai antara bukit Safa dan Marwa kemudian membuangnya ke tempat sampah. Iya, dia memang kurang kerjaan :) Sepanjang sa'i juga gak pernah berhenti untuk minum air zamzam. Lanjut aja terus sampai selesai dan tetap ceria. Ini proses sa'i yang aku rekam sebentar dengan kamera handphone. Padahal kalau nonton videonya di handphone kualitas gambarnya bagus-bagus aja. Giliran upload di blog kualitasnya jadi so-so.


video 


  video


Jam 00.53 waktu Saudi Arabia, sa'i kami selesai. 7 kali bolak-balik antara bukit Safa dan Marwa sambil berdoa dan sebelumnya 7 kali memutari Ka'bah dengan penuh doa juga. Selesai! Kami kembali ke hotel untuk tahalul atau memotong rambut seruas jari untuk perempuan dan mencukur habis untuk laki-laki. Tahalul menandakan akhir dari ibadah umroh dan kami sudah bebas dari larangan selama berihram. Rambut sudah dipotong, mandi, kemudian tidur. We're happy and blessed, Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment